Dark WallpapersPicnik: photo editing awesomeness Innovative PPC platform.
   
  MERENTANG HATI
  basi
 
Jelata yang mengekor

 

Semenjak garis warna pelangi pudar

Seketika garis batasnya sabar hilang

Dahulu pernah rasakan merdeka samar

Meski samar tetap merdeka dijelang

 

entah kini memudar mungkin hilang

Jelata jelata berkoar pingin kuasa

namun kuasa gilanya lebih kencang

Lidah mulusnya fasih saja dusta

 

Jelata mengekor gila bicara agama

Bicara agama saling lempar serapah

Bukankah antara manusia dan DIA

Lalu dimanakah jiwa yang bersih

 

Kubenci kamu meski hanya dihati

harap kepala bocor mampus sekalian!!

Sudah jelata saja berkoar membenci

Harusnya jelata damainya kaya ampun

 

Bukan koar bunuh rajam siksa

dengkimu benci dengki iri mati

Bodoh kalian yang dengki sukanya

Bebal juga yang suka terbenci

 

**val

11/may/08

 

 

tersuci 

 

Yang mencoba mencari kemarilah disisiku

Pastinya semua lontar dihati mengungkap

Sedikit saja musti penuhkan imanmu

Jangan seperti mereka yang merangkap

 

Mereka itu yang kepalanya batu

Lidah bisu sesumbar mulut bisa

Kaki tangan mereka seribu hantu

Jadi kusuruh kamu kesini bersama

 

Hati yang payah darimu direbah

Minyakilah raga hingga mata jiwa

punahlah amarah buahnya duri serapah

Sebelumnya haruslah bersih dan lega

 

Adalah yang lebih besar daripadaKU

Sebesar hatimu hanya kerikil jiwa

Basuh mulut lebur beku rasamu

Beri tetesan doa tulus haturnya

 

Sebab angin telah kabarkan jiwa

Sosok sosok yang mati berceramah

Para suci tuliskan berlaksa makna

Harusnya bisa hindar darah nanah

 

Benarlah apa yang dibesut leluhur

Jujurlah pada hatimu lalu berdamai

Henti semua bohong buatmu hancur

Tolong diamlah lalu dengar tersuci

 

**val

11/may/08

 

 

 

Meraut mimpi

Saya ini hanyalah seorang jatuh cinta

Ditengah sawah jika hatiku tercenung

Menggurat namamu setanah ladang rasa

Mengusik daunya pohon padi yang tenang

 

Ukiran ukiran rumput seperti jumput hati

Ketika saya mendesah bersama jerit belalang

Bicarakan mimpi yang semalam resah hati

Sekenanya meraut ulang wajah dalam bayang

 

Sulitnya ketika saya gambar mata bening

Hidung mancung memuat udara penuh cinta

Jemari lentik yang bikin rembulan bergunjing

Sungguh saya cinta pada indah dirinya

 

Tolonglah kunjungi saya dalam mimpi lagi

Membikin gusar ketika terasa lebih besar

Tapi kecantikanmu merindu gusar yang disini

Sepertinya dirimu bunga dalam sejuta mekar

 

Kemarilah yang hanya kukasih meski nanti

Bicaralah seakan penuhlah rasa cinta kita

tulisi dinding mimpi penuh warna imaji

bila hatiku mesti mendendam suci asmara

 

**val

11/may/08

 

 

 

 

 

sebenarnya kasihku

 

Seharian dengar ocehan kabur kabar

Seketika terhenti detak dalam dada

Benarkah semua yang sedang tersiar

Jikalau kasihnya setega mendua saya

 

semua prasangka hanya semu curiga

sebab mereka hendak cinta padamu

namun hanya sebatas impian rasa

semua utuhkan untuk saya selalu

 

tapi sehari berlalu seribu menggerus

melubangi sisi keperkasaan kata jiwa

mulailah saya bertanya padanya tulus

terbuncah seluruh cinta dalam saya

 
benarkah semua hanya ucapan semu

bilakah mereka benar lalu siapa

bilamana cinta kita seutuhnya nafsu

bagaimana semua itu jelas disaya

 
jangan bisanya bisu…sebisu cakrawala

berikan kata kata ketulusan terdalam

kasihku apakah benar kamu mendua

jawablah kasih sebab rasaku pualam

 

 

**val

11/may/08





Comments on this page:
Comment posted by Preman Insaf( wakgekyahoo.com ), 12/11/2008 at 2:59pm (UTC):
..."Jelata nya PAra Jelata"...



Add comment to this page:
Your Name:
Your Email address:
Your message:

 
 
KEMBALI KE ATAS


 
 
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=