Dark WallpapersPicnik: photo editing awesomeness Innovative PPC platform.
   
  MERENTANG HATI
  prosa-1
 
sebuah prosa bagi bunda

siang itu rel kereta kuhampiri kuajak bercerita tentang penantian pukul satu, ketika itu camar tolol berkaca diemperan surga.
sekitar lima menit serong bayang kuhadapkan dilatar kata menanti cerita,tentang lemah gemulai bunda berkasih lembayung senja teteki bunga hati berujud bayi,
diseberang kursi hijau tua kulihat payudara hitam sekal bernada kasih sayang.
siang itu butiran susu berganti isapan tumbuhi bunga bunga padang,
oeeek..rengek bayi itu seakan isyaratakan keresahan hatinya yang belum mampu berkata tentang sebuah cerita sisi ibunda.
coba saja malam mampu bermetamorfosis menajadi seekor cicak yang menempel ditembok lorong kelam, raut bunda tinggalkan aku dalam ranjang beralas tikar meninabobokan aku hingga lelap tergelap.
saat rengkuhan suami telah berutai nisan terkubur lembab taah pekuburan bundaku berjalan penuh cibiran berkalung harapan, pernah ibu berdoa pada sang Khalik "kelak Tuhan anaku jangan kau kanan-kan" sebab kini nasib telah memeberikan aku sisi ter kanan bercumbu dengan nestapa demi sisa sayangku.
menanti sodoran honor nikmat sejenak yang kujajakan berserikat dengan desah dalam sudut kelam "sang Khalik telah buyarkan padam" menaliku dalam genggam pelacuran.
namun salahkah aku jika demi benih kasih sayang yang telah subur didalam dkepa pelataran jika kuteteki lembut bibirnya. aku sayang anakku jangan kanan-kan dia wahai sang Khalik.

salam
diari rahasia


Prosa berjudul diari entah

Siang itu serasa mentari kuasai hati merundungnya dengan juta prasangka deraan kemunafikan, bertabur luka sekujur wajah kearifan lokal “hancur!!”.
Baliho-baliho juga spanduk, poster, flyer semuanya berkabung demi negara antah berantah, beginilah pertiwiku sekarang sudah berubah LATAH meniru gerangan entah siapa.
Ketika jengah coba mengingat kenangan damai pertiwi kala kecilku, “gemah ripah loh jinawi guyub tentrem karta raharja” semua musnah!, namun semua seperti hilang ditelan budaya enyah entah siapa” harusnya selembut kasih ibu kala fajar menyingsingkan lengan baju malam”
Namun benarlah semua sudah jengah.
Seperti demo demo anti negara siapa “ tanpa pandang siap benar salah” hanya menuruti pusar sendiri lalu jingkat sayat mata, atas nama entah menganiyaya sesama, buat kami yang damai ketakutan saat mereka bicarakan kapak perang.
Ah..daripada ngurusi negara entah lihat saja sekitar kita...
Parto jualanya digusur Trantib, mbok Yah tangisi kematian sanak akibat bencana, kemiskinan spanjang trotoar dan masih banyak lainya “kenapa mata tetapsaja latah asingkan mereka ‘diMarjinalkan saudara sendiri!!” apakah mata sudah hilang jiwa?
Seperti inikah kebebasan dalam unjuk rasa, unjuk suara, unjuk tenaga?, bagi kami jelata hanya sebuah sisa sisa ketumpulan hati.
Jerit gitar tua sepanjang lampu trafik merah kuning hijau menyaksikan obrolan ribuan lidah yang ingin meraja, ingin unujk rasa tanpa pandang sesama..
Dan semua hanyalah sia sia belaka, layak menggarami keringat dari deras aliran pori pori pemecah batu dibayang mentari..semua sisa sisa belaka ..

Salam
Diari rahasia


Saya mengukir

Sejenak saya menatap cakrawala
Bunga bunga disekitar jemari saya
Deraian rindu kala senja meraja
Membisikan sejuta pesona cerita
Lama nian sanding bayang saya
Menanti hingga ujung jari menyapa

Waktu itu ketika saya sendiri berjalan susuri batu pualam, goresan kuku rapuh mengukir seraut angan diatasa imaji, saya rentang.
Garis demi garis jajarkan deraian.
Lengkung berujar tiada lagi jemari terkungkung, lepaskan saja semua karat dalam hati sekalian..
Rahasia tersimpan telah saya pugar jadikan sejumput rumput menari pelan, haruskah masih tersekat zaman?
Manakala burung burung bercanda menatap insan saling merenda kasih dibatas mata, kemudian kutinggalkan batu pualam biar saja goresan rautmu tetap disana.
Semoga menjadi prasasti dari bisunya alam sekitar, sayang menarilah dengan penjiwaan hingga belukar beruntai mawar.

Salam
Secret diary




Comments on this page:
Comment posted by Aorerwosserabe( quonahqueebestmailonline.com ), 09/06/2017 at 10:45am (UTC):
This condition is very restricted to the reproductive system and can have several causes for example a response to injury or abnormal the circulation of blood inside testicles. He is content, and the opposite of our thoughts later years has in store for us.



Add comment to this page:
Your Name:
Your Email address:
Your message:

 
 
KEMBALI KE ATAS


 
 
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=